Kamis, 27 Juli 2017

Website Tidak Ditemukan, Jangan Panik!

Pernahkah kalian mencari website atau blog mungkin, lalu yang muncul hanya pemberitahuan, Website not found???



Read More:

Selasa, 04 Juli 2017

Website Tidak Ditemukan, Jangan Panik!

Pernahkah kalian mencari website atau blog mungkin, lalu yang muncul hanya pemberitahuan, Website not found???




Awalnya heran, tidak percaya. Lalu dibuka berkali-kali tapi masih not found. Tentu rasa was-was pelan-pelan mulai muncul. Kaget. Kekhawatiran membuat kita mulai berpikiran negatif. Apa jangan-jangan saya salah pencet ya terus ternyata saya hapus?  Atau jangan-jangan ada yang hack ya?  Bla bla bla. Lalu kemudian nampak jelas. Muka mulai tegang bercampur sedih. Kita pun mulai gelisah. Bingung.
Jika hal itu sedang kalian alami saat ini atau nanti, maka jangan panik teman-teman. Saya istigfar kencang saat itu gara-gara ini. Dan alhamdulillah dapat solusi. Baik, Jadi ini sekedar sharing pengalaman. Mungkin hal ini bisa saja terjadi pada kalian jika kalian punya blog atau website sendiri atau mungkin semisal kalian kerja di portal berita online. Tentu hal yang sama akan dialami seperti saya jika teman-teman mungkin masih awam pengetahuan tentang website.
Awalnya memang ribet dan agak sulit untuk dipahami namun tidak sulit untuk dipelajari, teman. Trust me! Selama kita niatnya memang mau belajar, insyaallah selalu ada jalan dan kemudahn yang kita akan temui. Well, kembali ke intinya. Satu hal yang perlu anda lakukan jika menghadapi hal ini:

Jangan panik!
Kalian usahakan tidak usah terlalu panik dulu jika mendapati kejadian seperti ini. Being relax! Ingat Allah pertama. lalu tanamkan kata dalam pikiran "Duniaji ini"! Trust me if you belive in God. Rasa khawatir itu akan sedikit berkurang dan sulusi akan mulai dimunculkan satu per satu, seperti yang saya alami. Ada bisikan yang menyapa pikiran saya. Cobalah tanyakan ke teman yang tahu hal ini. Nah, saat itu saya langsung eksekusi dan tanyakan pada teman. Setelah curhat dengan nada mengeluh ketakutan, khawatir. Ia pun menjelaskan kalau hal itu bisa saja karena tereset atau mungkin dihack. Saya tambah panik saat itu. Namun, ia menyarankan tanyakan langsung saja ke admin website yang punya, itu jika anda menghandle website perusahaan misalnya. Saya pun segera tanyakan. Dan ternyata hal yang di luar dugaan dan a bit funny menurut saya. Teman memberitahu kalau webnya lagi maintance, sementara perbaikan. Hufff. Rasanya langsung tenang.
Inilah sebenarnya perlu kita ketahui bahwa ada beberapa hal yang menyebabkan website atau blog tidak ditemukan atau ditemukan tapi muncul pemberitahuan website dapat disearch, tapi tampilan dan isi website tetap tidak muncul. Berikut adalah penyebab yang memungkinkan:

1. Maintenance
Menurut yang terdapat di dalam buku “Maintenance Enginering Handbook, Sixth Edition McGraw-Hill, 2002” yang dikutip dari Sugawebsite, Maintenance atau pemeliharaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan agar peralatan selalu memiliki kondisi yang sama dengan keadaan awalnya. Sesuai dengan maknanya berarti website sedang dalam perbaikan saja.

2.    Nama Domain yang sudah kadaluarsa (Expire date)
Sebenarnya hal ini jarang terjadi kecuali kita memang lupa untuk memperpanjang jangka waktu doamin yang kita miliki. Tapi tetap bisa saja hal itu memungkinkan terjadi. Dan jika memang demikian, kalian sisa perpanjang saja seperti yang dilakukan ketika membeli domain.

3.    Dihack
Semoga hal ini tidak pernah terjadi pada kita semua. Terkadang memang sulit mengindari tangan-tangan jahil yang ingin merusak atau mengganggu website kita dengan aneka maksud dan tujuan yang apa pun itu, unacceptable menurut saya.

Sabtu, 18 Maret 2017

Welcome to Surabaya!!!


Well, sebenarnya aku tak memiliki planning sama sekali untuk berlibur ke Surabaya saat itu. Apalagi bertepatan pada bulan puasa yaitu 27 mei 2015. Tapi..., karena kebetulan tesnya itu tidak ada di makassar dan dapatnya itu kampus Uniutomo yang letaknya di surabaya, jadi willy nilly ke Surabaya deh. Sebelum berangkat aku sempat searching dulu, nanya sama om Google tempat-tempat wisata menarik di Surabaya. Ternyata lumayan banyak juga. Salah satu yang menarik perhatianku adalah Patung Sura dan baya.

 

Katanya nih ikon yang menandakan kalau kita pernah ke surabaya itu yang terutama foto di tempat ini. Kalau gak sempat foto di tempat ini berarti belum ke Surabaya namanya. Bisa ya kayak gitu. Hemmm... I don’t know. Yang pasti target tempat pertama yang kami kunjungi tuh ini. Finally, dengan modal pas-pasan berangkatlah aku dan teman yang lainnya dengan kapal laut bernama DOBONGSOLO and Welcome to Surabaya!!!

 
Perjalanan ke Surabaya ini memakan waktu sehari semalam melalui kapal. Saat itu kami star dari Makassar sekitar jam 3 sore terus tiba itu sekitar jam 3 an juga. Jadi sudah hampir waktu berbuka puasa. Kami lalu dijemput oleh salah satu anggota TNI karena kebetulan ayah teman itu adalah seorang TNI makanya tambah nekat berangkatnya. Why not? We will be safe with them. Alasanku sih begitu. Kami pun diantar ke sebuah penginapan. Setiba di tempat nginap, kami bergegas mencari makan untuk membatalkan puasa karena adzan magrib sudah hampir dikumandangkan. Tak jauh dari penginapan kami pun menemukan sebuah warung. Di spanduknya bertuliskan IGA SAPI dan beberapa menu dari daging sapi lainnya. Pengungjungnya lumayan ramai. Lalu kami pun memutuskan ngebatalin puasa di sana. Pemilik warung pun menyapa kami dengan ramah dengan bahasa wong suroboyo yang artinya kadang bisa kumengerti kadang juga tidak samasekali. Melihat para pengunjung pesannya iga sapi, kami pun ikut-ikutan. Dengan santainya pesanlah kami iga sapi.


Nah ini dia makanan berbuka puasa kami. Niatnya untuk hemat ternyata harganya wow mahal banget. Di luar dugaan kami hahaha. Kirain harganya murah kayak di makassar gitu apalagi tempatnya hanya warung-warung kecil loh...tapi... But never mind namanya juga pendatang baru. Daripada cari yang jauh buka puasanya nanti keburu lewat. Belum lagi kami sudah lelah selama di perjalanan jadi tidak memungkinkan untuk mencari lebih lama. Dikhawatirkan kami kesasar lagi hahahaha. 
I believe that the result will never betray the process. What I had done and what I had got. Both were fair for me, so nothing to worry about, nothing to feel sorry about because everything had run properly and I got any new experience otherwise.
Btw, kembali ke tujuan awal kami yaitu mengikuti tes di kampus Uniutomo. Malamnya kami manfaatkan waktu untuk belajar menghadapi tesnya besok di jam 1. Lalu kami berangkat lebih awal kesana untuk mencari lokasi kampus tersebut. Karena kami belum mendapatkan motor untuk disewa, jadi inisiatif menuju lokasi itu dengan naik public car alias pete-pete. Ternyata tempat dimana kami menginap itu pete-pete sangat jarang sekali lewat. Dengan membesarkan hati kami pun jalan kaki menuju tempat yang dilewati mobil umum itu. Lumayan jauh, anggap saja olahraga pagi karena memang masih pagi. Dengan modal tanya sana sini  dan google map, kami pun sampai di terminal. Ada bangunan besar dengan kaleng biskuat di atasnya. Besar bertuliskan nama brand biskuit Khong Guan. Sengaja aku ambil sebagai tanda terima kasih pada perusahaan yang telah menerimaku bekerja untuk produk tersebut.




Katanya meelalui terminal ini kami akan dibawa langsung menuju kampus Uniutomo. Alhasil lain. Kami harus turun di perempatan jalan masuk kampus uniutomo. Karena jaraknya yang tidak begitu jauh lagi, seperti biasa kami lanjutkan jalan kaki. Ini economical or what...? sudah 2 kali kami jalan kaki. Eventually, welcome to kampus Uniutomo!


Pemandangan pertama yang aku lihat adalah pintu masuk kampusnya yang begitu megah. Sayangnya tidak sempat difoto karena sangat ramai dan impossible take the picture di tengah jalan atau di samping kanal karena di seberang jalan kampus ada kanal. Seisi halaman kampus sudah dipenuhi dengan orang-orang yang akan mengikuti tes, keculai di lapangan yang dipenuhi mobil yang parkir. Beberapa duduk sambil ngobrol membahas soal dengan buku di tangan mereka. Beberapa pula duduk dengan wajah tegang seolah menghafal sesuatu. Tapi tak sedikit pula yang hanya berdiri atau duduk dengan santai terlihat seolah tidak menghawatirkan sesuatu pun. Sedangkan kami, hanya berjalan menelusuri kampus, memperhatikan seisi kampus tapi dalam hati kami lebih khawatir dari mereka. Kami dibuat tercengang melihat persiapan mereka yang sangat matang, mulai dari trip mereka yang rombongan, jawabnya juga bisa rombongan kali yah. Hemmm karena sudah di Surabaya, apa pun soalnya ya dijawab saja kalau yakin karena sistemnya kalau gak salah inget itu pake sistem minus juga. Oh iya aku lupa. Jadi tes yang kami ikuti saat itu adalah tes bahasa Korea. Saat itu bahasa koreaku masih pas-pasan banget tapi I had burning spirit, jadi ikut saja daftar. Dan hasil pun akhirnya tak menghianati perjuangan.